Ini Tugas Dokter Keluarga Versi Jokowi




Dokter keluarga segera dikonsentrasikan di pemukiman warga kurang mampu di Ibukota. Tenaga medis ini bakal menangkal lonjakan pasien ke rumah sakit.

Dokter keluarga menjadi topik hangat yang dibahas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta PT Askes.

"Tadi ketemu dengan IDI, PT Askes, ya saya kira rampunglah masalah-masalah yang ada. Yang pertama memang kalau nanti dokter keluarga itu bisa segera dilakukan karena juga persiapan anggaran, dari tadi juga menyampaikan sudah siap. Saya kira nanti rujukannya dimulai dri dokter keluarga," kata Jokowi di Gedung Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat

Jokowi mengatakan pasien yang sakit ringan bisa ditangani oleh dokter keluarga sehingga tidak perlu berobat ke puskesmas dan rumah sakit.

"Setelah itu, kalau mereka sakit agak berat bisa ke puskesmas, langsung bisa ke rumah sakit. Nanti akan keliatan sekali kalau ini sudah dimulai, pasien rumah sakit akan kelihatan turunnya drastis," ujar dia.

Menurut Jokowi, dokter keluarga akan dikelompokan untuk melayani keluarga kurang mampu yang membutuhkan. Besarnya jumlah pasien yang akan ditangani sang dokter keluarga masih dihitung.

"Iya, di pemukiman. Ini di bawahnya puskesmas, untuk masuk ke rumah sakit akan dihambat oleh dokter keluarga ini nanti. Jadi tidak harus hanya ditempatin di Menteng 1, di anu 1 dan lain-lain, tidak seperti itu. Tadi kita bicara per kelompok wilayah yang memang membutuhkan, dikonsentrasikan ke sana," kata suami Iriana ini.

Jokowi mengatakan dokter keluarga juga bertugas memberikan preventif dan promotif. "Sehingga nanti akan kelihatan drastis turunnya karena ada preventif dan promotif. Artinya pola hidup, pola makan kemudian lain-lainlah itu akan kelihatan di dokter keluarga ini," kata Jokowi.

Pria kelahiran Solo ini memastikan anggaran telah disiapkan. Tenaga dokter keluarga yang dibutuhkan cukup. PT Askes ingin KJS menjadi embrio penerapan SJSN tahun 2014 mendatang.

Mulai bulan ini, Pak? "Belum dapat jumlahnya. Tapi dari IDI pengennya cepat. Kita pun juga pengennya cepet. Nanti ini pertemuan ke 4 atau 5 baru final. Tapi saya kira bulan ini nanti akan kelihatan progresnya," jawab Jokowi.

Follow On Twitter